Sabtu, 18 Juni 2011

Lingkaran Doa


 
Aku
dengan kaki-kaki yang kuat untuk terus berlari mengejar mimpi-mimpi
dengan pagi  "indah" cerah setiap kali mengawali hari
dengan kertas yang berisi tinta emas
dengan dasar ilmu-ilmu pengetahuan 20 tahun pertama-ku
dengan perjalanan panjang dan sisa waktu umur-ku

dan SEMUA dengan TUHAN yang membimbing di setiap jalan-ku

-------------------------------------------------------------------------------------------

buah pikir

Matahari masih sepenggal pagi itu, singkat cerita saya dalam sebuah perjalanan dan melewati sebuah pasar tradisional. Lalu saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli makanan di sekitar pasar tersebut. Dan semangkok bubur ayam menjadi pilihan sarapan saya. Setelah menghabiskan semangkok makanannya,lalu saya pun berdialog dengan Penjual Bubur tersebut. Banyak hal dibicarakan, mengenai kehidupan di kota asal saya, kisah keluarga penjual bubur tersebut,dll. Setelah mau mengakhiri pembicaraan, lalu "Penjual tersebut menDOAkan saya agar selalu sukses dalam menjalani kehidupan". Sentak saya membalas DOA tersebut agar Penjual tersebut juga sukses dalam menjalani usahanya. Kemudian saya pun berpamitan dengan Penjual tersebut. Tidak lama kemudian dalam melanjutkan perjalanan saya berpikir "bahwa SEMUA yang saya lakukan hingga sampai di titik saat ini, tidak lain hal ini merupakan doa-doa di sekitar Penulis (KITA)". Di titik ini ada "TUHAN" lewat doa-doa dari orangtua,saudara,adik,kakak,tetangga,penjual bubur ayam,penjaga warung makan,tukang ojek semasa sekolah,dll. Dan yang perlu KITA SADARI bahwa "Doa-Doa yang berterbangan itu, dari MEREKA untuk KITA".


Sekarang mari kita lakukan terbaik dan jangan mengecewakan mereka-mereka yang telah mendoakan kita.
--vic--

Sabtu, 11 Juni 2011

Garis Penjaga jalanan













setiap jiwa mampu mek-manai setiap Garis-Garis -TUHAN NYA
baik secara beraturan maupun berantakan
garis-garis ini pun juga dimiliki oleh Sang Penjaga Jalanan tentunya tidak terlepas sebagai kodratnya (manusia)
garis-garis tepi ini MEREKA lihat dengan penuh perbedaan
dengan senyuman penuh intrik MEREKA mengukur detail setiap garis dengan EMOSI DUNIA

bukankah TUHAN telah bersabda "kita semua sama dalam satu garis"
lalu apa yang sudah MEREKA lakukan????



Tuhan Maha Mendengar
Tuhan selalu mendengar doa-doa setiap hambanya
Maka,berdoalah saudara-saudara (penjaga jalanan) ku



------------------------------------------------------------------------
buah pikir:
ketika sedang dalam perjalanan pulang, saya menyadari bahwa hari itu adalah MALAM MINGGU. Saat sedang berhenti di lampu merah, saya tidak sengaja memperhatikan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. terlihat dari wajah mereka yang pasrah terhadap para aparat yang sedang menaiki mobil patroli Satpol PP. Dimana tepatnya 100 meter dari lampu merah tersebut penulis jumpai saudara-saudara kita yang lain sedang rekreasi, senang-senang, makan-makan,dll. Mungkinkah saudara-saudara kita itu tadinya hanya mencoba mencari sedikit peruntungan saja diantara saudara-saudaranya yang sedang BAHAGIA???


Semoga saudara-saudara kita diberikan Garis-Garis yang lebih baik...amiennn

--vic--

Pagi tanpa mentari







lintas kota di pagi ini sama seperti kemarin
dimana merah-kuning-hijau terus berdetak seiring harapan pagi ini
sepeda-sepeda dikayuh oleh para kaki-kaki yang rapuh
aku tahu ia seorang guru yang tahun demi tahun yang sudah lelah dalam mengisi negeri ku
bagaimana tidak???
kita telah banyak mendapat pelajaran dari seorang sesepuh ini
Mereka tidak menanak nasi saat pergi
namun mereka bekerja,berjalan serta berjuang hidup dengan ikhlas hati
kita harus tahu bahwa mereka bukanlah wayang-wayang para dalang
walaupun ia mengalami pagi tanpa mentari
mereka tetaplah semangat-semangat bagi kamu di usia dini

"Hidup ini surga, pintunya ada di hati." -- Kahlil Gilbran

--vic--